![]() |
| Biarlah kisah 40 tahun lalu itu menjadi jejak yang indah, jejak yang kini sangat kami syukuri. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tanggal 6, Bulan 6, Tahun 1986- Tim Majalah FARSIGAMA Fakultas Farmasi UGM mengadakan rapat ‘besar’ - karena sambil buka puasa bersama di ruang kuliah paling depan- paling dekat dengan Jalan Kaliurang, Yogyakarta.
Dihadiri Dekan Farmasi UGM, Bp. M. Anief, para Pembantu Dekan yaitu: Bapak Muljono, dan Bapak Mochtar. Ini rapat persiapan EDISI KHUSUS- menjelang liburan semesteran, biasanya saat liburan kuliah- Tim FARSIGAMA menyiapkan agenda liputan ke luar kota. Datangi ke kantor alumni Farmasi UGM bekerja, dan minta waktu wawancara, nekat saja...!

Keterangan Foto: Tim FARSIGAMA bersama dengan Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Farmasi UGM- di depan pintu utama Kampus Farmasi UGM. Diantaranya di kemudian hari- banyak yang menjadi Tokoh Nasional di bidangnya masing-masing yang membanggakan. ....(ssst ....kecuali Pemimpin Umum FARSIGAMA- yang istiqomah menekuni bidang Komunikasi Publik saat berkarier- bahkan kemudian ketika pensiun)
Saat FARSIGAMA liputan ke Jakarta- langsung ke kantor BPOM wawancara Bapak Sunarto - Dirjen BPOM, ketemu Dekan Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Bapak Bambang, ketemu Direksi Kimia Farma. Sat-set saja dengan level confidence yang ngedap-ngedapi...
Saat ke Semarang dan Solo- juga langsung saja datangi ke kantor almuni Farmasi berkarya- dimana mereka sedang berkarier, tanpa janjian dulu.
"Bilang saja dari Redaksi FARSIGAMA, maka urusan wawancara akan lancar jaya...," demikian saya menyemangati Tim FARSIGAMA ketika bertugas menjadi reporter.
Sebagai Pemimpin Umum FARSIGAMA (1984-1986), kebetulan saya angkatan paling senior. Tim FARSIGAMA saat itu- semuanya adik kelas.

Keterangan Foto: Kebahagiaan Tim FARSIGAMA saat majalah FARSIGAMA terbit, kumpul-kumpul sambil melihat isi majalah- di sela-sela jadwal kuliah.
Pers Mahasiswa Dapat Juga ‘Profesional’
Di era saya mengelola FARSIGAMA, untuk pertama kalinya Majalah FARSIGAMA terbit dengan cetak offsite (cetak printing dengan mesin canggih- saat itu tercanggih di Yogyakara)- dicetak di kertas HVS untuk isinya, dan art paper untuk sampulnya- sehingga kinclong tampilannya.
Sebelumnya FARSIGAMA tampil dengan cetakan stensil, sehingga buram, dan tintanya blobor ke tangan jika kita pegang- terutama jika tangan kita lagi keringatan.
Untuk pembiayaan cetak, saya negosiasi dengan Pak Dekan dan para Pembantu Dekan, agar FARSIGAMA dapat terbit rutin, maka mahasiswa diminta langganan dan membayarnya bersamaan saat membayar uang kiuliah di awal semester berjalan.

Keterangan Foto: Majalah FARSIGAMA yang baru datang dari percetakan, Redaksi berebut ingin melihat isi majalah adakah salah cetak ...? Atau fotonya buram...?
Dengan mekanisme ini, maka semua mahasiswa otomatis sudah berlangganan di depan. Dengan melihat tampilan yang ciamik, dan liputan layaknya media profesional, para Dekanat setuju.
Pernah adik kelas saya, Dani Pratomo bertanya kepada saya disela-sela perkuliahan, "Mas maksudnya FARSIGAMA jadi media profesional itu opo?"
Saya jawab singkat, "Itu FARSIGAMA kita kelola selayaknya produk pers yang profesional. Ada liputan, ada wawancara khusus, kita kerjakan saat liburan. Kertas dan cetaknya juga dibikin profesional. Tapi semua Tim FARSIGAMA tidak ada yang dapat honor ya...jadi tetap amatiran," gurau saya pada Dani- sambil berdua ngakak bersama.

Keterangan Foto: Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Farmasi UGM selalu mendukung kegiatan FARSIGAMA, sehingga redaksi semakin bersemangat.
Alumni FARSIGAMA Banyak Jadi Tokoh Nasional
Tim FARSIGAMA (1984-1986)- banyak yang sukses karirnya, dan jadi tokoh nasional. Diantaranya yaitu:
Menjadi Kepala BSN (2020-2025), Mas Kukuh S. Achmad (Reporter FARSIGAMA). Ini kesan-kesannya:
"Semasa kuliah di Fakultas Farmasi UGM pada tahun 80-an, saya sempat aktif menjadi pengurus atau pengelola majalah FARSIGAMA di bawah kepemimpinan mas Karyanto, kakak angkatan saya di Fakultas.
Sungguh menjadi suatu pengalaman yang luar biasa. FARSIGAMA tidak hanya mendewasakan saya dalam bidang literasi, tetapi juga mengajari saya untuk lebih menyadari pentingnya meningkatkan kecerdasan dalam bermasyarakat. Terima kasih FARSIGAMA."

Keterangan Foto: Suasana menyusun konten majalah- saya dan mba Ninung Murtini memimpin Rapat Redaksi.
Menjadi Deputi Badan POM (2018- 2021), Mba Maya Gustina Andarini (Sekretaris Umum FARSIGAMA). Ini kesan-kesannya:
"Pengalaman membuat berita, artikel, mewawancarai tokoh, memanage majalah mahasiswa, merupakan pembelajaran yang tidak ternilai untuk bekal masa depan, membuka networking dan perubahan mindset.
Menjadi Pengurus FARSIGAMA berarti berperan memberikan pencerahan kepada mahasiswa Farmasi dan masyarakat. Majalah ini harus terus eksis sampai kapanpun. Usul saya dibuat jejaring ex pengurus, sehingga dapat menambah wawasan, memperkaya konten."
Menjadi Direktur Lucas Djaja- Industri Farmasi (2018-2020), Mba Ninung Murtini (Pemimpin Redaksi FARSIGAMA). Ini kesan-kesanya:
"FARSIGAMA membentuk pribadi saya, mem-branding saya- tidak hanya sebagai ‘mahasiswa biasa’. Menjalin jejaring, berorganisasi dan belajar leadership, dan pastinya -soft competency inilah yang membawa saya hingga ke jenjang tertinggi di suatu perusahaan."

Keterangan Foto: Saya liputan di Jakarta dengan Mas Endra Muryanto (Tim Produksi FARSIGAMA)- karena rumah beliau di Jakarta, jadi selalu menginap di rumahnya jika liputan di Jakarta.
Menjadi Direktur PT. Mitra Rajawali Banjaran- RNI Group (2007-2010), Mas Giri Hardiyatmo (Dewan Redaksi FARSIGAMA). Ini kesan-kesannya:
"Kenangan saya aktif sebagai pengurus di FARSIGAMA: Menambah wawasan dunia jurnalistik, 2. Meningkatkan kemampuan menulis (writting literacy), 3. Mengasah kemampuan berorganisasi & team work, 4. Mengembangkan aktivitas & pergaulan yang positif, 5. Meningkatkan kemampuan mengatur waktu untuk belajar, aktif di FARSIGAMA dan bermain."
Menjadi Anggota Konsil Kefarmasian (2022-2027), Mas Priyanto (Reporter FARSIGAMA). Ini kesan-kesanya:
"Bagi saya FARSIGAMA adalah wadah berkreatifitas, medium penajam nalar intelektualitas, sarana aktualisasi diri, dan medan praktek komunikasi publik. Pengalaman di FARSIGAMA- telah membersamai saya disepanjang karir saya, bahkan hingga kini- saat saya sudah purna tugas"

Aktivis Pers Mahasiswa UGM, Menempa Kompetensi-Bersikap Kritis
Ketika menjadi mahasiswa UGM, saya tidak hanya kuliah. Selain aktif di pers mahasiswa, juga di Kegiatan Unit Mahasiswa lainnya, yaitu sebagai Ketua Unit Silat Pro Patria UGM.
Pengalaman sebagai aktivis pers dan di Unit Silat menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan profesional saya dikemudian hari. Dari dunia pers, saya belajar mengenai bagaimana informasi dikumpulkan, diverifikasi, disusun, dan disampaikan kepada publik secara efektif.
Kompetensi tersebut kemudian menjadi modal utama ketika memasuki dunia jurnalistik dan komunikasi publik. Aktivitas pers pada masa mahasiswa juga menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu pengetahuan memiliki nilai yang jauh lebih besar ketika dapat dikomunikasikan dan dimanfaatkan masyarakat.
Di level Fakultas, saya menjadi Pemimpin Umum FARSIGAMA, di level Universitas, saya tercatat sebagai generasi poertama pengelola Majalah BALAIRUNG UGM, saya mendapat amanah sebagai Redaksi Majalah BALAIRUNG UGM. Pengelola Majalah BALAIRUNG UGM- di kemudian hari- juga banyak yang juga tampil sebagai tokoh nasional. Misalnya, mas Hamid Dipopramono- Pemimpin Umum BALAIRUNG UGM- jadi Ketua KIP Nasional.

Keterangan Foto: Saya selalu menyampaikan laporan dan berkoordinasi perkembangan majalah FARSIGAMA kepada Bapak Mochtar- selaku Pembantu Dekan.
Seulas Kata Dari Pemimpin Umum Farsigama (Edisi 27- 03- 1986)
"Segenap pengurus bertekad bekerja secara profesional. Bentuk profesional tersebut tidak saja dari isi Farsigama saja, tapi bisa juga profesional dalam pengolaan, profesional dalam kami berorganisasi, profesional dalam kami berwawasan.
Dua hari waktu itu, kota Yogyakarta diguyur air terus-menerus. Dinginnya udara, dinginnya tanah yang terhampar dinginnya kursi-kursi, dinginnya tembok tempat kami dilahirkan, namun jiwa kami tidak dingin.... itu berarti kami mempunyai semangat!
Kami tidak menjanjikan sesuatu, tetapi setidaknya kami mempunyai harapan untuk bisa maju. Kemajuan akan dapat tercapai bila kita menempuh jalur yang profesional. Dari yang kecil inilah kami berangkat, semoga andaikan jatuhnyapun tidak terlalu sakit. Andai masih terasa itu adalah sebuah resiko. Tiada kerja yang tanpa resiko, sebab diam pun juga menanggung resiko, jadi secara akal sehat lebih baik bergerak dari pada tidak.
Saat demikian itulah kami lahir, lalu munculah tokoh- tokoh yang nanti akan berkiprah disetiap penampilan ma- jalāh Farsigama. Perlu sejak dini disadari bersamaan bahwa tokoh-tokoh yang lahir pada waktu itu banyak pula yang belum bersenjata, dalam arti mereka berangkat dari nol. Bertitik tolak dari itulah maka bila saja sajian "Farsigama" belum menggigit atau belum mengena adalah merupakan suatu kewajaran.
Kewajaran yang harus kita terima bersama, sebab nantinya gigitan itupun akan terasa, begitu harapan kami. Bekerja secara Profesional memang sulit dan butuh waktu, dan setapak demi setapak profesionalisme tersebut akan tampak."
Begitu kiranya. Yogyakarta. 27-03-86. PEMIMPIN UMUM (KARYANTO).
Itulah salah satu Kata Pengantar di salah satu terbitan Majalah FARSIGAMA- rubrik yang saya tulis setiap kali majalah FARSIGAMA terbit.

INI DIA SUSUNAN PENGURUS FARSIGAMA (1984-1986)
Pelindung: Dekan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada. Penasehat: Pembantu Dekan III Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.
Pemimpin Umum: Karyanto, Wakil Pemimpin Umum: Agustin Suroso, Sekretaris Umum: Maya Gustina Andarini, Bendahara Umum: Hapsari Tyas PW.
Pemimpin Redaksi: Ninung Murtini, Wakil Pemimpin Redaksi: Teguh Sedio Utomo
Dewan Redaksi: Suharto, Suharyono, Shajar Widyanto, Giri Hardiyatmo. Pemimpin Produksi: Gatot H. Sutanto, Wakil Pemimpin Produksi: Karlin Wijaya. Sekretaris Produksi: Sherlly Sapulette.
Artistik/Lay Out/Produksi: Endra Muryanto, Agus Triwibawa, Dioko Riianto, Dwi Fitri Hatmoko, Dori Ugiyadi, Yap. Adrianto, Irawan. Reporter/ Fotografer: Kukuh Saefudin A., Priyanto, I Made G. Okamara, Mukhlis, Haryono Bhekti.
Sirkulasi/Promosi: Wahyono, Edi Rahmat, Suryadi Utomo, Sugiyanto, Arie Hellya Kurniati. Alamat Redaksi: Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
FARSIGAMA ADALAH SEKOLAH KEHIDUPAN KAMI
Pers mahasiswa ternyata bukan sekadar aktivitas kampus. FARSIGAMA menjadi "sekolah kehidupan" yang mengasah keberanian berkomunikasi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kerja sama, dan kepekaan terhadap lingkungan.
Dan hari ini, 40 tahun kemudian, saya semakin merasakan:
Apa yang dipelajari di FARSIGAMA tidak pernah benar-benar selesai.
Tulisan boleh berhenti.
Majalah boleh berganti generasi.
Kampus boleh ditinggalkan.
Namun nilai-nilai, kompetensi, persahabatan, dan keberanian untuk bersuara tetap menyertai kita.
Dari ruang kuliah sederhana di Farmasi UGM,
kami belajar menjadi aktivis pers mahasiswa.
Empat dekade kemudian, jejaknya masih terasa- dalam profesi, karya, komunikasi, dan kontribusi.
Ini adalah perjalanan yang tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga makna.
Terimakasih kepada Tim FARSIGAMA- yang waktu itu sangat solid, bekerja-sama. Sayang sekali dokumen lengkap terbitan majalah FARSIGAMA tertinggal di kosan saya di Terban-Yogyakarta. Ketika beberapa tahun saya coba kembali ke kosan- jelas sudah tiada!
Waktu berlalu...tidak terasa sudah 40 tahun lewat, namun sejumlah Tim FARSIGAMA masih sering berkabar walau hanya melalui WA.
Mohon maaf semisal ada yang tidak akurat pada penyebutan tahun kejadian, nama dan tempat- karena 40 tahun mengingat masa lalu itu- tentu bukan hal yang mudah...!
Saya ikut bangga FARSIGAMA, hingga kini masih tetap eksis dengan segala proses dan dinamikanya. Saya yakin- diantara mereka nanti akan lahir Tokoh-Tokoh Nasional dari Fakultas Farmasi UGM.
Depok, 6 September 2026.
Karyanto- dari FARSIGAMA saya berkarya sepanjang masa!









